Reyza, apa kabarmu kawan?
Baik-baik saja kah dirimu di sana?
Kami semua baik-baik saja di sini.
Maaf tadi aku tidak bisa bergabung dengan teman-teman yang lain, bukan maksudku untuk melakukannya.
Hey Ja, waktu itu cepat sekali berlalu ya.
Entah kenapa baru kusadari banyak sekali hal-hal dan kejadian yang sudah kita lalui.
Padahal baru kemarin rasanya pertama kalinya kakiku menginjakkan kaki di spansa
dan sekarang?
Aku akan melangkahkan kakiku meninggalkan tempat yang mengajarkanku disiplin, kerja keras, rasa sakit, kebersamaan, persahabatan, dan juga cinta.
Jujur aja ya Ja,
Sebenernya berat banget bagiku untuk ninggalin kelas, sekolah, kota,
yang selama ini sudah kita tempati dan kita isi di dalamnya dengan memori dan kenangan akan kita.
Tapi aku tak boleh berkata seperti itu, karena yang memilih dan memutuskan untuk mengenyam pendidikan di pulau jawa adalah keputusanku.
Namun Ja, melihat wajah teman-teman,
entah kenapa aku sedikit ragu akan keputusanku.
Benarkah jalan yang ku ambil ini? Apakah ini memang jalan yang terbaik buatku?
Semua pertanyaan semacam itu selalu menghantuiku setiap saat.
Tapi pas denger sahabat baikku bilang, "Kamu ini aneh Yus! Kamu udah dapet kesempatan bagus kayak gini kamu masih nanya mesti diambil atau gak. Kalau aku jadi kamu, tanpa pikir panjang langsung aku ambil. Yah, andai aku punya kesempatan kayak kamu."
Aku menyadari,
ternyata aku ini SERAKAH. Di saat orang menginginkannya, aku malah berencana untuk membuangnya.
Sekarang aku menyadari, sebagai manusia aku bukanlah sosok yang sempurna.
Oh ya Ja, kemaren tanggal 10 Juni kita ngadain acara perpisahan khusus Clabbing.
Seru sekali lho acaranya, walau di tengah-tengah ada sedikit kesalahan teknis.
Overall, It was a great day.
But, somehow in my heart I wish you and Rere were there too.
Sudah jam 9 sekarang dan aku belum menyantap makan malamku. Pantas perutku terasa sakit.
Oke, itu semua apa yang selama ini mengisi pikiranku. Maaf apabila tiba-tiba saja aku menuliskan isi post ini untukmu Ja.
Mungkin inilah saatnya bagiku untuk berhenti mengetik.
Jika aku masih dibiarkan mengetik, bisa-bisa aku berbincang lagi padamu sampai jam 3 pagi.
Kalau aku tak tidur pada jam segitu, besok paginya aku tidak fit dan tak bisa mengikuti les dengan prima.
Ah, lagi-lagi aku melantur lagi.
Bye, Reyza. Thanks sudah menjadi tempatku mencurahkan isi kepala ini.
Baik-baik saja ya di sana.
I will always love you, Reyza. You're my unforgettable friend.
Love,
Yusrina







