Aaaaaaaa!
Laptopku tercinta! XD
Akhirnya kau kembali juga ke dalam pelukanku
Aku sudah sangat sangat merindukanmu
Tanpamu di sisiku, seperti hidup tapi hanya tubuhku saja yang bergerak
Karena kau lah bagian terpenting dari hidupku
Hehhhh (menghembuskan nafas)
Ehem ehem,
Gak nyangka ya ternyata kelas 9 sesibuk ini
Semua waktu di pakai, habis tak tersisa
Setiap detiknya sangatlah berharga
Seakan-akan gak ada lagi waktu yang tersisa untuk menarik nafas
Gak nyangka ya ternyata kelas 9 kayak gini
Disibukkan akan tugas dan ulangan yang diberikan
Belum lagi UAN yang menunggu di ujung sana
Gak nyangka ya ternyata sekarang udah kelas 9.
Ujian dan ujian yang kunjung tak berhenti
Kemudian lulus, dan berpisah
Mikirin yang di atas,
Aku teringat akan sebuah cerita. Sebuah cerita yang sangat bagus.
Tentang persahabatan oleh sejoli anak manusia, dengan segala perbedaan dan kekurangan.
Flashback 2 tahun lalu.
24 anak dengan karakteristik yang berbeda, sifat yang berbeda, dan hati yang berbeda.
Hari itu, tanggal (aduh lupa), ditakdirkan berjumpa di satu tempat yang sama.
Tempat dimana mereka akan terus bersama sampai 3 tahun ke depan.
Rasa canggung dan malu yang begitu besar membuat mereka segan untuk berkenalan satu sama lain, bahkan untuk menyapa sekalipun!
Tapi, keharusan bagi mereka untuk bekerjasama sampai lulus pun mencairkan ketegangan dan kebekuan di antara mereka.
Suasana pun menjadi hangat dan tentram.
Semua pun saling menampikkan perbedaan mereka, melihat ke hati satu sama lain, mencoba untuk mencari suatu persamaan.
Dan itu lah hari dimana roda mereka mulai berjalan.
Setiap hari dilalui dengan penuh canda dan tawa.
Keriangan, keceriaan, dan kebahagiaan.
Semua tercermin dari wajah mereka satu persatu yang selalu tersenyum dengan lebarnya.
Tapi layaknya pasangan yang baru berkeluarga, pasti ada aja pertentangan.
Bahkan waktu itu hampir terjadi perpecahan.
Tapi untungnya mereka berhasil menyelesaikannya walaupun belum sampai ke akarnya
Kemudian mereka mengikuti study tour.
Selama perjalanan itu,
Mereka terus dan terus bertambah akrab.
Hati mereka sudah mulai bersatu
Flashback 1 tahun lalu.
1 anak pindah ke luar kota
23 anak dengan karakteristik yang berbeda, sifat yang berbeda, dan hati yang sudah mulai untuk melebur.
Tetap melalui hari dengan canda tawa dan keceriaan.
Keakraban yang terus bertambah setiap detiknya
Kebersamaan yang akan terus bertahan sampai akhir
Kemudian berita itu datang
Berita yang menyambar hati mereka
Menyambar, menusuk dan mengoyak hati mereka menjadi serpihan.
Salah satu dari mereka harus pergi jauh meninggalkan mereka,
Jauh jauh ke atas sana.
Tetesan air jatuh membasahi mata dan pipi mereka
Membasahi serpihan-serpihan hati mereka
Sambil berharap bahwa itu hanyalah mimpi,
Hanyalah sebuah mimpi buruk yang tak akan pernah terjadi
Dan saat itu,
Roda mereka berhenti di tempat,
Seakan-akan ia tak mau berjalan, takut akan suatu kenyataan pahit yang baru.
Seakan-akan mencoba untuk menyimpan semua kenangan selama ini
Tapi waktu tak pernah memberi toleransi
Ia terus berjalan, berjalan dan berjalan dan tak pernah berkenan untuk berhenti barang sejenak
Sekalipun badai menghadang sekalipun
Mau tak mau,
Mereka harus tetap berjalan.
Walaupun itu terasa berat di hati
Kemudian mereka mulai mencoba untuk bangun
Mulai tersenyum dan tertawa bersama kembali,
Mencoba untuk menampikkan rasa sakit itu bersama
Sesekali mereka akan rindu kepada canda tawanya,
Tapi mereka tidak akan menangis, tidak,
Mereka akan tersenyum.
Tersenyum menatap atas, berharap ia akan melihat mereka, melihat bahwa mereka tidak larut dalam kesedihan, bahwa mereka tidak akan pernah menangis.
Tapi sekalipun begitu,
mereka tak akan pernah melupakan dirinya.
Karena sosoknya ada di hati mereka semua.
Dan saat itu,
Roda yang awalnya terhenti sudah mulai kembali berjalan.
Not a flashback.
Sampai sekarangpun,
Mereka selalu bersama.
Lalui hari dengan canda dan tawa
Senyum lebar yang selalu menghiasi wajah
Tawa yang selalu terdengar dari mulut mereka masing-masing
Semua masalah mereka atasi
Semua cobaan mereka hadapi
Dan semua halangan mereka lawan
Semua rasa sakit, hinaan, cacian, makian,
Mereka tepis bersama.
Karena mereka tau,
Dengan bersama maka tak akan ada yang bisa mengalahkan mereka.
Dan tak terasa 3 tahun sudah berlalu
Betul-betul waktu yang sangat singkat
Sudah habis waktu bagi mereka untuk bersama
Sekarang saatlah bagi mereka untuk berpisah,
Melepaskan genggaman tangan,
Melepaskan kaitan hati mereka,
Dan melangkah keluar ruangan
Berjalan di atas jalan mereka masing-masing
Perpisahan memang bukan jalan yang terbaik.
Begitu pikir mereka dan orang banyak.
Ya, perpisahan memang sangat menyakitkan
Apalagi berpisah dengan orang yang selalu kalian temui setiap hari selama 3 tahun.
Sangat sedih memang
Dan begitulah apa yang mereka rasakan saat ini
Di dalam hati mereka berharap,
Semoga mereka di beri kesempatan untuk bersua lagi
Tapi kita semua tau,
Kebersamaan mereka tak kan lekang oleh waktu
Kebersamaan itu akan terus melekat di memori dan hati mereka semua
Dan pada akhirnya,
22 anak dengan karakteristik yang berbeda, sifat yang berbeda, dan hati yang satu :D
P.s: Once a clabbing, always a clabbing.
~a lucky girl who has the greatest best friend ever with a thousand memories about them
Chit Chat~
Feedjit
Twitter Updates
Kamis, 26 November 2009
Clabbing, We Are The ONE
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar