Cita-cita.
8 kata dan satu tanda hubung.
Tapi sangat penting bagi kehidupan kita semua.
Sebenernya, cita-cita itu apa sih?
Kenapa sampai sangat-sangat dijunjung tinggi oleh orang-orang?
Setiap orang pasti pernah bertanya atau ditanya sejak mereka masih dini,
“apa cita-citamu ?”
Pasti ada yang menjawab,
“aku pingin jadi dokter!”
“Pilot!!”
“Aku mau kayak ibu guru!”
“kalo gede nanti, aku pingin jadi presiden!”
Dan sebagainya.
Dan kalian semua tau gak,
Setiap orang terkenal atau sukses,
Itu semua karena cita-cita mereka sejak kecil dan untungnya cita-cita itu didukung oleh orang tua mereka.
Nah sekarang,
Coba ajukan pertanyaan di atas.
Bisakah kalian menjawabnya ?
Riset membuktikan 60 dari 90 anak yang ditanya pasti tidak bisa menjawabnya.
Jika mereka ditanya mengapa mereka tak bisa menjawab, mereka akan bilang,
“Belum kepikiran tuh” atau “ngapain mikirin sekarang?” dan sebagainya
Dan aku termasuk dari 60 anak tersebut.
Aku masih bingung sampai sekarang apa cita-citaku.
Dulu pas masih TK, aku pingin banget jadi dokter. Menurutku jadi dokter itu lucu. Dengan jas putih yang dipakai, stetoskop yang menggantung di leher, dan tangannya yang menari-nari di atas resep dokter. Menurutku itu keren.
Kemudian aku beranjak ke masa SD. Waktu itu aku pingin jadi guru. Sosoknya yang lembut dan sabar mengajari kami pelajaran sampai bisa, namun di satu sisi ia bisa menjelma menjadi sosok yang tegas ketika salah satu dari siswanya berbuat nakal. Betapa bijaknya ia di mataku waktu itu.
Abis itu sekarang, SMP. Yang sering dibilang orang sebagai masa yang tanggung, batas akhir masa kanak-kanak dan pintu awal menuju masa yang dewasa. Entah kenapa, tiba-tiba aku tak tau ingin jadi apa. Entah kemana pikiran kreatifku sejak SD. I don’t know. Mungkin karena di masa ini aku sudah kenal dengan yang namanya ‘perasaan’, aku takut. Yah, aku takut untuk bermimpi. Aku takut jika ternyata aku tak dapat mencapai cita-citaku. Aku takut untuk menghadapi rasa sakit dan kecewa yang menyeruak di dada.
Tapi setelah merenung selama 1 minggu (thank God, liburan ini sungguh membosankan), ada satu pertanyaan yang terus stuck di otakku, bagaimana nasib orang yang tak punya mimpi ?
Apakah mereka akan menjalani hidup tanpa tujuan? Atau mereka tetap ada tujuan tapi selalu merasa hampa?
Wah, jangan sampai kita semua kayak gitu ya.
Jadi satu kata kalau aku ditanya apa cita-citaku,
Dengan bangga aku akan menjawab,
“Aku pingin jadi penulis!” (untuk saat ini, mudahaan kecapai, amin)
Mengapa?
Well, karena dengan tulisanlah aku bisa menumpahkan apa isi hatiku,
Apa yang selama ini ku pikirkan
Apa yang selama ini menyesakkan dada.
Yang perlu kulakukan hanyalah mengambil laptop dan menuangkan semua. Easy, isn’t it ?
Dengan tulisan pula ku temukan tempatku berlabuh,
The place I belong to.
Karena hanya tulisanlah sesuatu yang takkan pernah memprotes, membenci bahkan mengusirku.
Dan dengan tulisan,
Kata-kata yang biasanya norak dan menjijikkan banget untuk diucapkan,
Justru bisa menjadi kata-kata paling indah yang pernah dibaca.
Trust me, aku pernah liat contohnya.
Pas aku ngetik ini, adekku nanya, “hah? Emangnya inspirasi dateng kapan aja gitu? Trus, emang gampang apa ngolah inspirasi gitu? Dan ya, emangnya kamu BISA jadi penulis??”
Haha. Okeh my dear brother, I’ll answer your silly question.
Well, percaya atau tidak, inspirasi itu ada di sekeliling kita. Misal saja di depan kita sedang ada kemacetan parah di jalan raya. Kita bisa langsung bikin puisi tentang itu atau lukisan atau mungkin sebuah cerita, who knows?
Nah, your second question. Gampang, kalo orang itu ngelakuinnya berdasarkan hatinya. Kalau misalnya ada seorang pelukis sejati yang melihat contoh di atas, dimanapun ia berada, apapun yang sedang ia lakukan saat itu, ia pasti akan mengambil secarik kertas lalu menggambar apa yang ada di hadapannya. Begitu juga penulis.
Dan yang ketiga, wah meremehkan sekali dirimu! Aku tak tau bisa atau gak, tapi untuk saat ini aku PERCAYA aku bisa. Hanya itu.
Jadi menurutku, semua itu gampang.
Jadi pelukis? Gampang. Jadi penulis? Gampang. Jadi presiden? Gampang. Bahkan jadi teroris? Itu gampang!
Yang penting ialah, kamu suka. That’s it. Seorang dokter tak mungkin kerjanya becus kalo ia gak suka jadi dokter.
Lakuinlah hal yang kalian suka. Apa yang kalian senangi dari lubuk hati kalian.
Dan liatlah apa yang terjadi.
Chit Chat~
Feedjit
Twitter Updates
Selasa, 05 Januari 2010
Dream On :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar