Hari ini kami sekelasan ziarah ke makamnya Reja.
Udah lama banget gak ke sana. Terakhir kali pas sebelum puasa.
Kami berencana ziarah karena tanggal 27 Desember besok, ia harusnya ulang tahun yang ke 13
Kalau diinget-inget ya,
Perbedaan antara ulang tahunnya yang sekarang dan yang kemarin beda sekali.
Sungguh.
Benar-benar unexpected.
2 tahun lalu.
27 Desember 2007
Reja ngundang kami sekelasan ke Hotel Grand Victoria.
Woow, baru tau nama tempatnya aja udah takjub banget. Soalnya gak pernah tuh ada yang ngerayain ulang tahun di tempat mewah kayak gitu.
Di sana, seru yang tak bisa dibayangkan.
Makan steak, beuuhh, mantapnya.
Mana ada kejadiaan lucu pas makannya Jeki gak dianter. Jadi yang lainnya pada makan, dia cuman ngeliatin. Eh, pas yang lainnya udah selesai, dia malah baru makan. Ckckckck.
Udah gitu, Reja ngundang pesulap.
Namanya Mr.Joker .
Wah, mantap banget tuh. Taktik sulapnya mantap-mantap.
Bener-bener triknya gak keliatan sama sekali.
Bahkan yang terakhir, bener-bener kami dihipnotis. Bayangkan, semua kartu yang ada cuman punya pola yang satu, Jack hati (contoh, aku lupa apa kartunya).
Pokoknya kami bener-bener have fun di sana.
Gak ada pikiran macem-macem.
Dan, yah, waktu itu aku masih bisa lihat ia tersenyum.
Lebar dan bahagia, tanpa ada beban yang harus di tanggung.
Dan taukah kalian,
ternyata itu senyuman terakhirnya pas hari ia ulang tahun.
27 Desember 2008
Reja udah sakit.
Udah mulai parah.
Dia udah di Dirgahayu, di ruang ICU.
Waktu itu, hanya segelintir dari kami saja yang ngerayain ulang tahunmu.
Hanya ada aku, ola, ana, yurika, izzan, indra, wisnu.
Sekitar 1/4 dari total jumlah kami.
Kami datang, membawa hadiah untukmu.
Hadiah yang dibungkus dengan warna-warni kertas kado dan dililit dengan indahnya oleh pita-pita.
Tapi itu tak sebanding dengan apa yang tengah kau hadapi,kawanku tersayang.
Kami melihatmu,
terbaring dengan lemahnya di kasur berseprai putih
dengan selang-selang infus yang dicucukkan di tubuhmu
dan oh, betapa kurusnya dirimu kawan
taukah engkau, walau diluar aku tersenyum dan dengan riangnya mengucapkan selamat untukmu,
sebenernya aku hanya mencoba untuk tersenyum.
I'm crying inside.
Bagaimana mungkin kau menghadapi rasa sakit itu seorang diri?
Kemudian, hari ini
26 Desember 2009
Maaf sobat, kami bisa merayakannya hari ini, bukan besok.
Tak apa-apakan jika kami lebih cepat satu hari?
Jadi, tadi sepulang sekolah kami langsung ziarah ke makam.
Naik satu angkot, dempet-dempetan di situ. Yang penting cukup.
Kemudian kami sampai ke sana.
Dan langsung naik mencari makammu, kawanku.
Di atas, tepat di bawah pohon. Oh, betapa rindangnya tempat peristirahatan terakhirmu.
Langsung kami baca yasin, dengan domas yang memimpin.
Suasana di sana begitu khusyuk.
Yang terdengar hanyalah suara angin dan lantunan ayat-ayat yang meluncur dari mulut kami.
Kemudian kami mulai membasahi makammu (apa bahasa yang tepat?) secara bergantian,
menaburkan bunga-bunga yang sudah tersedia,
oh ya, kawan, ada mamamu tercinta di sana. Ia ikut menemani kami.
Beliau bahkan jauh-jauh datang dari Jakarta hanya untuk ziarah ke makammu, merayakan ulang tahunmu.
Kemudian kami pulang ke rumah masing-masing.
Dan di sinilah aku,
termenung atas apa yang sudah dan baru saja terjadi.
Betapa cepatnya waktu berlalu,
dengan membawa sebuah perubahan,
entah berdampak kecil, atau besar layaknya ini.
Sekali kita melangkah ke depan,
dan iseng untuk melihat kembali ke belakang,
semua apa yang baru terjadi, has gone.
oiya, sampe lupa intinya,
Selamat Ulang Tahun, kawan
Semoga kamu baik-baik saja di sana.
I wish all the best for you.
About Me
The Label
- catatan kecil (8)
- saat melamun (13)
What time is it?
Chit Chat~
Feedjit
Twitter Updates
Sabtu, 26 Desember 2009
Happy Birthday, vella :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar